Friday, July 22, 2005

cerita sepatu

--memilih sepatu yang tepat akan menambah percaya diri--
**sepatu yang tepat bagiku adalah sepatu bertali kecil, supaya kaki yang berukuran 36-37 ini terlihat lebh seksi**


sumber gambar klik disini

Entah sejak kapan, manusia menggunakan alas untuk menutup kakinya. Mulai dengan menggunakan pelepah kayu hingga berkembang seperti sekarang ini. Sebuah evolusi dalam desain, bergerak dari 'keamanan' --- 'kenyamanan'---'lifetyle'.

Bagiku, sepatu bukan sesuatu yang terutama sebagai penghias kaki. sejak dahulu aku hanya punya 2 jenis sepatu; 1 sepatu ke gereja dan 1 sepatu ke sekolah. Lalu sewaktu kuliah, aku bersyukur bisa menggunakan sepatu sandal ke kampus, kadang juga cuman pakai sandal. Ada perubahan sesaat pada semester 7an, tau kenapa, mulailah aku membeli sandal bertumit 2-3cm. Lalu semester berikutnya membeli sendal 5-7cm. Senang menggunakan sendal bertali kecil dengan tumit tinggi *menutupi kekurangan!!! hihihi....* Hingga pada saat Ujian Pendadaran, aku punya sepatu sendal berhak 5 cm yang paling aku favoritkan, warna hitam, sepatu sendal terbuka dengan 1 tali langsing melingkar dari jempol ke kelingking dan tali yang mengait tumit dan pergelangan kaki. Simple sekaleee...aku gak pernah ketemu model yang gitu lage...

Sejak pertama kali kerja hingga sekarang, trend sepatu yang kupilih berubah sedikit [hiihihi...] yang dulunya berhak 5-7cm, tapi kini hanya berhak 1-2cm, dengan tali-tali tentunya. Mengapa? karna tempat kerjaku yang mengharuskanku naek-turun tangga, jalan dari gedung paling selatan ke gedung paling utara, membutuhkan sepatu yang nyaman dan aman. Tidak melukai kaki dan tidak mudah terpeleset..*kadang butuh lari-lari kecil bo'*

Nah, apa sih menariknya cerita sepatu....
mhmmmm aku coba untuk membuatnya menarik....
pertama,
karna gandrung dengan sepatu model bertali dengan hak 1-2cm, maka setiap kali ada model sepatu yang seperti itu di mall pasti akan kubeli. warnanya selalu hitam atau coklat ...harganya tidak pernah lebih dari 99,900rupiah...
karna rata-rata modelnya sama, tak jarang lusi dan eby komentar "mom...mbok beli sepatu..."

kedua,
sepatu model gitu dan harga segitu, umurnya gak pernah lebih dari 18 bulan. Adanya saja masalahnya, mulai dari talinya lepas, atau haknya copot, kadang alasnya lepas..wah....
terakhir tuh kemaren, pas lagi asyik jalan dari unit hubungan luar negeri ke teknik, sepatu copot...huahhhh bikin repot dan bikin malu!!!

ketiga,
sepatu model gitu meninggalkan cap matahari; bagian kaki yang selalu tertutup tali akan berwarna lebih putih dibandingkan bagian yang selalu terbuka. So, walo tuh sepatu sudah kita lepas, 'bekas'-nya tetep aja terlihat. Sehingga bisa ditebak...sepatu-ku yang mana ....hihihi.....sesuaikan saja dengan 'relief' yang ada di kaki....

Lalu aku mencoba membeli sepatu 'boat'--bot... yang bertumit 5 cm dengan ujung persegi...bahan kulit sintesis....mhmmm terlihat maskulin ...bo'.
mengapa??? karna aku sedih melihat kaki-ku yang ber-relief... jelek buanget....

sekarang, aku menggunakan sepatu bertali dan sepatu boat secara bergantian, supaya tetap terlihat seksi dan tidak ber-relief...

Good solution, isnt it?

No comments: