Friday, March 20, 2009

menetapkan prioritas


siang itu, sehabis mengajar, saya ke ruang administrasi pengajaran untuk mengantarkan presensi. sesampainya di sana, beberapa staf sedang menunggu di meja pelayanan biro sambil menonton TV.
sayapun menoleh, ingin tau apa yang sedang disiarkan sehingga menyedot seluruh perhatian mereka, sampai2 kehadiran saya pun hanya dilihat sekilas saja.

'serius amat ya pak...' ganggu saya..

'iya ni buk, soalnya syekh puji itu loh...sudah jadi tersangka, karna kasus nikah siri.' jawab salah satu dari bapak2 itu.

'o, udah jadi tersangka, ya..' sahut saya sekenanya, sambil ikut-ikutan menonton siaran tv.

kami pun serius mendengarkan ucapan maaf dari sang syekh, lalu berita dilanjutkan dengan ikut-terseretnya mertua syeh a.k.a bapak-e lutfiana ulfa.

'wah...makin panas ya, buk...'

saya cuman senyum aja..

'menurut ibu bagaimana?'

'la menurut bapak, piye?' saya balik bertanya

'ya ndak papa to...wong arep nolong wong liyo, kok. dulu saja, nenek saya aja nikah umur 12 tahun..wah..ra-jelas dheng, wong ra pati ngerti kapan lahir-e....', kata salah satu dari mereka.

'mungkin juga secara ekonomi, keluarga istri ne bisa terbantu, jadi adik2-2 bisa sekolah lebih tinggi..', kata yang lain.

'nek aku, sih, klo niat-e nolong, mbok jangan dihukum to, kan kasian, cah 13 tahun jadi janda....'

'wah..kalau saya, ya pak ---ngeyel mood on--- jaman dulu si OK-Ok saja klo mau kawin muda, karena pilihan untuk 'membantu' lebih sedikit. tapi klo jaman saiki, niat membantu diwujudkan dengan 'menikah' mah menurut saya salah kaprah, wong sangat banyak peluang yang bisa digunakan sebagai 'alat' bantu untuk nolong..'

'wong arep nang jakarta wae kita bisa milih naik apa kok, tergantung kondisi kita masing2..., ya to...' -masih dengan ngeyel mood on

'apa lagi mo bantu sesama manusia, ya kita bisa lihat kondisi apa dibantu dengan apa, dengan cara bagaimana..'

'tergantung prioritas kok pak...klo prioritas-e mbantu, musti mikir sing tepat lan cermat...'

'lah klo prioritas-e nang laen..yo kuwi ora mbantu, tapi mengambil peluang memperolah keuntungan lebih atas nama nolong sesama...' tuntas saya ngeyel.

'o..gitu ya buk...wah..enak-e syekh puji dihukum berat ya buk.....'

'ora..bapak-e dong. wong dia yang punya otak untuk mikir untuk anak-e...'

mhm...apa nyang jadi prioritas nya bapak-e lutfiana ulfa ya?
ugh!

Wednesday, December 17, 2008

[mencoba] jujur



mama mengajarkan saya dan adik2 untuk selalu jujur. karena takut berdosa dan menjadi anak berbudi, itulah penjelasannya ketika aku bertanya mengapa harus jujur.

saya sudah lupa kapan pertama sekali saya 'tidak jujur...' bahkan yang terakhir kali....-duweengg--- saya terbiasa, dan bisa jadi terlatih untuk tidak jujur.kenyataannya kejujuran kadang tidak cukup untuk bertahan hidup...tsah--- maksutnya, bertahan dalam siklus berteman, bertahan salam sistem pendidikan, dsb-dsb. dosa dan anak berbakti menjadi tidak pentig

'masih lihat lampu di jembatan harbour front yang katanya hemat energi itu?'
'wah...ndak pak, kayaknya saya pulang, projectnya belum selesai...'

padahal, saya gak tau jembatan mana yang sedang dibicaraken.... yang saya tau cuman vivocity dan kanan-kirinya saja...ck-ck..tidak jujurlah saya!

yang saya inget adalah sebuah upaya yang seolah-olah mempertonton kejujuran bahwa saya bahagia. telah saya lakukan sejak lamaaa..... untuk menutup kemungkinan orang-orang untuk bergunjing tentang saya dan kamu. bahwa semua baik dan baik dan baik saja. ruangan selalu penuh canda tawa riang gembira.

yang nyatanya tidak!

karena, saya tanggung semua ini, tanpa kamu tau, kalau saya sedang tidak jujur.

sayang,
berhentilah sebentar...

dan lihat mataku...

dia akan memberitahumu

bahwa hari ini saya sungguh-sungguh tidak bahagia.


ini sebuah kejujuran yang tak terucapkan!

image diunduh dari sini

Monday, December 15, 2008

dia berubah bentuk?


katanya , tidak ada energi yang hilang, tapi bertransformasi menjadi 'bentuk' yang lain.

apakah hal itu juga berlaku untuk cinta?

bahwa energi-cinta akan bertransformasi, berubah menjadi bentuk lain..

entah-lah....

saat ini, aku tersadar betapa bekunya rasa....
....dan mulai bertanya-tanya, 'sedang berubahkah kau, cinta?'

Monday, October 13, 2008

resesi lagi?

begitu katanya..

bagi kami, resesi mah udah biasa..

kami mengistilahkannya dengan jamila--jatuh miskin lagi

kami sudah merasakannya 2 kali dalam mengarungi rumah tangga ini.

jadi, ketika resesi menjadi issue utama televisi, saya dan suami cuman bilang
'siapa takut'

walo jujur saja, saya sempat khawatir dengan pekerjaan suami yuang jelas2 berkantor pusatkan di Amerika sana.

biarlah, karna TUHAN selalu bersama dengan orang2 yang berani.

mari teriakkan..'resesi? sapa takut?!!!'

Friday, September 12, 2008

ooo...ternyata

sambungan poosting ini

dia ingin menginformaskan bahwa dia telah menikah dan kebetulan lagi ada project di jogja.

walo sampe minggu ke-3 setelah first contact tetep belum sempet ketemu, ya ndak apa..

sukses buatmu kawan!
selalu